TNO, BELOPA LUWU – Di tengah hamparan Sawah warga Desa Sampa gelar acara Tudang Sipulung. Belopa, Selasa (6/10/2026).
Pemerintah Desa Sampa, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu, bersama masyarakat menggelar acara, “Tudang Sipulung” sebagaimana Tudang sipulung merupakan tradisi bagi masyarakat Luwu pada umumnya sebagai rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.
Kali ini, Desa Sampa tepatnya di Dusun Balabatu, pada hari Sabtu (26/9/2026) lalu, kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.30 WITA yang diikuti masyarakat serta sejumlah unsur terkait.
Tudang Sipulung merupakan tradisi masyarakat yang dilaksanakan setelah masa panen. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengungkapkan rasa syukur atas hasil pertanian sekaligus menjadi ruang musyawarah dalam mempersiapkan musim tanam berikutnya.
Pelaksanaan Tudang Sipulung berlangsung di tengah hamparan persawahan Desa Sampa. Warga duduk bersama di bawah tenda yang disiapkan di lokasi kegiatan, sambil menikmati hidangan yang disajikan secara bersama-sama.
Kepala Desa Sampa, Arfand, A.Md.,Kep, turut hadir dalam kegiatan tersebut, suasana kekeluargaan dan kebersamaan terlihat dari keterlibatan warga masyarakat saat duduk bersama tanpa membedakan golongan atau kelompok dalam rangkaian kegiatan.
Selain mempertahankan nilai budaya dan kebersamaan masyarakat, Tudang Sipulung juga menjadi bagian dari koordinasi sektor Pertanian Desa. Salah satu agenda yang dibahas berkaitan dengan persiapan musim tanam dan penetapan jadwal tanam Tabela (tanam benih langsung) berikutnya.
Berdasarkan kesepakatan yang telah disampaikan sebelumnya, jadwal tanam Tabela direncanakan berlangsung pada 7 hingga 24 Desember mendatang (2026-red).
Desa Sampa, juga mendapatkan program PM.AAS dari BRMP Sulawesi Selatan, Kementerian Pertanian, dengan cakupan lahan seluas 10 hektare. Program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan pihak PT. Masmindo.
Kegiatan Tudang Sipulung turut melibatkan berbagai unsur, di antaranya, BRMP Sulawesi Selatan, Dinas Pertanian Kab Luwu, Pemerintah Kecamatan Bajo, KUA Bajo, BPP Bajo, BPP Kamanre, PSDA Bajo, Dinas Lingkungan Hidup kab Luwu, Mahasiswa KKN IAIN, Ketua Gapoktan, seluruh Ketua Kelompok Tani (Poktan), serta masyarakat lainnya.
Bagi masyarakat Desa Sampa, Tudang Sipulung tidak sekadar menjadi kegiatan setelah panen. Tradisi tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi. Menyatukan pandangan, serta membangun kesepakatan bersama dalam menghadapi musim tanam selanjutnya.
Dengan tetap mempertahankan tradisi tersebut, masyarakat Desa Sampa, menunjukkan bahwa nilai-nilai budaya lokal dapat berjalan berdampingan dengan upaya penguatan sektor pertanian dan pembangunan desa. (Arf)

















