Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahEkonomi

Pemkab Luwu Ikuti Gerakan Peduli Stunting 2024 Secara Daring

14
×

Pemkab Luwu Ikuti Gerakan Peduli Stunting 2024 Secara Daring

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TNO, BELOPA LUWU – Pemerintah Kabupaten Luwu melalui Dinas Sosial mengikuti pencanangan Gerakan Peduli Stunting (Gadis) 2024 dan Kampanye Makan Telur oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan secara Daring di aula Rumah Jabatan Bupati Luwu, Kelurahan Pammanu Kecamatan Belopa Utara, Senin. 22 April 2024.

Hadir dalam acara pencanangan peduli stunting dan kampanye makan telur secara daring diantaranya Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Suparman, S.Kom, Kadis Sosial, Hasliana Nurdin dan Kadis Keseharan, dr. Rosnawary Basir.

Example 300x600

Turut hadir pula para pendamping PKH disetiap kecamatan dan puluhan ibu hamil serta balita.

Kadis Sosial Kab Luwu, Hasliana Nurdin mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Prov Sulsel ini diikuti oleh 24 Kabupaten/kota termasuk Kabupaten Luwu. Sebagai komitmen untuk mewujudkan Sulsel bebas Stunting pada umumnya dan Khususnya Kabupaten Luwu. “Sesuai arahan bapak Pj Gubernur bahwa dalam rangka mewujudkan Sulsel bebas stunting menuju generasi Indonesia Emas. Maka kita harus memastikan setiap anak balita dan ibu hamil di daerah ini mendapatkan akses terhadap sumber protein yang berkualitas” Kata Hasliana Nurdin.

Hasliana menegaskan siap mensukseskan program Gerakan Peduli Stunting dan mengkampanyekan program makan telur setiap hari.

Di kesempatan yang sama, Kadis Kesehatan, dr. Risnawary Basir juga menjelaskan bahwa stunting merupakan sebuah permasalahan kesehatan pada anak akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama. “Akibatnya akan mengganggu tumbuh kembang anak yang berdampak pada tinggi badan anak menjadi lebih rendah atau kerdil” Jelas dr. Rosnawary.

Menurutnya, dengan mengkonsumsi dua butir telur setiap hari bagi ibu hamil serta balita di masa kehamilan dan pertumbuhan anak sangat baik dalam pencegahan stunting sejak dini karena telur mengandung protein cukup tinggi.

Berdasarkan data e-PPGBM pada tahun 2022, prevalensi stunting di Kabupaten Luwu mencapai angka 9,4 persen. Sedangkan pada tahun 2023, prevalensi stunting menurun hingga angka 8,3 persen. Ini menandakan bahwa pemerintah Kabupaten Luwu serius dalam penanganan percepatan penurunan stunting. (DKL/AK)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *