Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahNasional

Hadiri Peringatan HJL dan HPRL di Lutim, Bupati Luwu : Momentum Mempererat Silaturrahim Sesama Wija To’Luwu

10
×

Hadiri Peringatan HJL dan HPRL di Lutim, Bupati Luwu : Momentum Mempererat Silaturrahim Sesama Wija To’Luwu

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TNO, MALILI, LUTIM – Bupati Luwu, Dr. Drs. Basmin Mattayang, M.Pd, menghadiri puncak peringatan Hari Jadi Luwu (HJL) ke 756 dan Hari Perlawanan Rakyat Luwu (HPRL) ke 78 yang dipusatkan di Stadion Andi Hasan Opu To Hatta, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, Luwu Timur Selasa 23 Januari 2024.

Ditemui sejumlah Wartawan, Basmin Mattayang selaku Bupati Luwu menyampaikan harapannya kegiatan tersebut dapat menjadi momentum strategis untuk semakin mempererat jalinan silaturrahim sesama Wija To’Luwu.

Example 300x600

“Semoga ini dapat memperteguh komitmen dalam merawat nilai-nilai peradaban dan karya pengabdian yang telah diwariskan oleh para pemimpin dan pejuang Tana Luwu di masa lampau” Ujar Basmin.

Menurutnya hal tersebut demi meningkatkan kemaslahatan masyarakat dan kejayaan Tana Luwu dalam bingkai NKRI ke depannya.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara HJL ke 756 dan HPRL ke 78, Pj. Gubernur Sulawesi Selatan, Dr. Bahtiar Baharuddin, dalam sambutannya mengungkapkan peringatan Hari Perlawanan Rakyat Luwu ke 78 merupakan peristiwa sejarah di awal Tahun ’46.

“Pada akhirnya negeri ini bisa kita nikmati sebagai sebuah negara karena gerakan perlawanan rakyat pada tahun 45 sampai 49 yang tidak pernah selesai. Nanti setelah konferensi meja bundar baru negeri ini agak tenang” Ungkapnya.

Bahtiar juga menyampaikan dirinya mewakili pemerintah dan rakyat, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, para pemimpin Luwu dulu dan hari ini yang telah setia membangun daerah ini yang merupakan bagian dari integral NKRI.

Kegiatan tersebut dibuka dengan pertunjukan Tari Kolosal Simpuru’siang yang kemudian dilanjutkan dengan Defile peserta dari Kabupaten/Kota se-Tana Luwu, Kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara Provinsi Sulawesi Tenggara.

Pemerintah Kabupaten Luwu menurunkan 178 orang peserta. Formasi defile diatur sedemikian rupa hingga setiap barisnya berjumlah Tujuh dan Delapan personil yang melambangkan 78 Tahun Perlawanan Rakyat Luwu.

Kepala Dinas Kepariwisataan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu, Muh. Afif Hamka, menerangkan baris terdepan terdapat pemuda dengan gerakan ‘Pangngaru’ yang melambangkan keberanian dan keteguhan untuk melangkah walau apapun rintangannya. Dilanjutkan dengan barisan Bapak/Ibu serta Muda Mudi yang berpakaian adat.

“Kita menampilkan ragam jenis Pakaian Tradisional Khas Luwu yang ada di Kabupaten Luwu yakni Waju Karawang, Waju Bodo, Waju Toraja, Waju Khas Basse Sangtempe, Walenrang, Juga etnis Jawa yang bermukim di Kabupaten Luwu” Terang Afif. (DKL/AK)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *