Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
DaerahNasional

Gunakan Helikopter, TNI-Polri Berhasil Evakuasi 44 Warga Terjebak Longsor di Latimojong

6
×

Gunakan Helikopter, TNI-Polri Berhasil Evakuasi 44 Warga Terjebak Longsor di Latimojong

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TNO, BELOPA LUWU – TNI-Polri kembali berhasil mengevakuasi 44 warga korban bencana longsor di Latimojong yang terisolir menggunakan helikopter.

Update terkini dari Posko Induk Lapangan Andi Djemma Kota Belopa terkait perkembangan laporan Bencana Banjir dan longsor di Kabupaten Luwu. Senin, 6 Mei 2024.

Example 300x600

Sebelumnya pada minggu (5/5/2024) Kapolda Sulsel Irjen Pol Andi Rian R. Djajadi, telah berhasil mengevakuasi ibu hamil warga Dusun Rante, Desa Rante Balla, Kec. Latimojong, Kab Luwu menggunakan helikopter.

Sampai saat ini laporan yang diterima melalui Media centre Posko Induk yang berada di Tribun Andi Djemma, total jumlah korban saat ini yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia sebanyak 11 orang, dan 1 orang anak Miftah Nurjannah (7) di Dusun Pengkasalu, Desa Poringan, Kec. Suli Barat, Kab. Luwu masih dalam proses pencaharian oleh tim gabungan TNI-Polri dan Instansi terkait lainnya.

Kapolres Luwu AKBP Arisandi, menjelaskan data korban yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan masih dalam pencaharian yakni :

Kecamatan Latimojong, Desa Buntu Sarek, Rumpak (P/97), Jatima (P/55), Rima (P/84), Muhammad Misdar (L/29), Mawi (P/57), Sukma (P/9), Kapila (P/84), Sampe (P/55).

Kecamatan Suli Barat Desa Poringan, Sunarti (P/42) (ditemukan dan telah dimakamkan), Uviana (P/7) Pelajar SD, anak kandung Sunarti (ditemukan dan dimakamkan), Nadira (P/45) (ditemukan dan dimakamkan), Mifta Nurjanna (P/4) Pelajar TK, anak kandung Nadira (belum ditemukan).

Lebih lanjut Kapolres Luwu menerangkan bahwa pada pagi hari ini TNI-AU dan Polri telah kembali berhasil mengevakuasi korban longsor dan terisolir warga Desa Bone Posi, Kec. Latimojong dengan identitas sebagai berikut :
Trip pertama, Rufianus (L/40) warga Desa Bone Posi, Fatimah (P/31), Muh Afiq (L/4), Salsabila (P/9) pelajar, Sarmila (P/23) mahasiswi. Warga desa Tolajuk, Masita (P/44) Pegawai Rumah Sakit Batara Guru, Abd Taufik (L/16), Hijraini (P/22) mahasiswi.

Trip kedua, warga Desa Ulu Salu, Saman (L/67), Pilda (P/8), Masita (P/28), R. Sisilia (P/15), Mahnia (P/35), Olang Ramadhan (L/3), Nursia (P/70), Rahmatia (P/70), Kusmawati (P/45), Ratna (P/41), Arifin (L/45), Farel (L/15), Jumarto (L/22), Fatimah (P/24), Balqis (P/3), Bahraeni (P/12), Hawisa (P/55), Ahmad M (L/39), Kasi (P/80), Gonni (P/90).
Warga Desa Rante Lajang, Hasniati (P/60), Ilham (L/42).
Warga Desa Buntu Sarek, Jihad Akbar (L/5), Becce (P/80), Ahmad (L/73), Adam (L/25), Nafisa (P/54)

Trip tiga, warga Desa Tibussang, Nurma (P/80), Daini (P/83), Kamassia (P/49), Hasril Jakir (L/5).

Trip empat, warga Desa Tibussang, Awaluddin (L/44), Salwa (P/11), Lai Ballo (P/78), Lari (P/80) kondisi sakit.

“Sampai saat ini tim gabungan dari unsur TNI-Polri dan unsur lainnya, akan terus melakukan pencaharian korban yang sampai saat ini belum ditemukan, serta penyaluran bantuan logistik ke beberapa wilayah yang terisiolir akan diangkut dan disalurkan melalui helikopter dan bantuan tim IOF (Indonesia Offroad Federation) melalui darat yang menggunakan mobil Jeep Hardtop” Kunci AKBP Arisandi. (HPL/AK)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *