TNO, BELOPA LUWU – Pemkab Luwu melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kab. Luwu menurunkan Alat Berat Excavator dan Bulldozer untuk membuka isolasi jalan akibat longsoran tanah di Desa Boneleno, Kec. Bajo Barat dan pembersihan Lumpur di jalan Desa Malela kec. Suli. Pasca bencana Banjir Bandang dan tanah longsor, pemerintah kabupaten Luwu menurunkan alat berat guna membuka isolasi akses jalan darat yang tertutup tanah longsor. Senin, 06 Mei 2024.
Salah satu desa yang dibersihkan akses jalan daratnya yakni desa Bonelomo, kec. Bajo Barat yang tertutup longsoran material. “Alhamdulillah, alat berat Excavator dari pemerintah sudah turun melakukan aksi buka isolasi jalan di desa kami” Kata Yusuf warga Bonelemo, Minggu, (05/05/24).
Selain alat berat, aparat Polri-TNI instens turun membantu membersihkan rumah warga yang tertimbun lumpur. Terlihat, aparat dari polres Luwu dan polres lainnya BKO bencana banjir bandang Luwu terus menyisir rumah-rumah warga yang terdampak banjir.
Ka. UTP Alat Berat dan Perbengkelan Dinas PUTR Kab. Luwu, Ilham, S. Sos, kepada TeropongNews mengatakan sejak Jumat (03/05) pihaknya telah bergerak melakukan pembukaan dan pembersihan akses jalan yang tertimbun material pasca banjir.
“Sejak hari Jumat pas hari kejadian kami mendapat perintah dari pimpinan dan kami langsung turun ketitik lokasi yang terdampak, pertama di Desa Malela, kemudian di daerah Bajo Barat” Ungkap Ilham.

Bahkan Senin (hari ini-red) sejumlah kendaraan Damtruk baik dari Polri-TNI, pemda Luwu dan instansi lainnya terus menyalurkan bantuan tak ketinggalan pula kalangan relawan dari ormas dan komunitas.
Pj. Bupati Luwu Muh Saleh bersama Kapolres Luwu AKBP Arisandi dan Komandan Distrik Militer (Dandim) 1403/Palopo, Letkol Armed Kabit Bintoro Priyambodo terus bergerak menyalurkan bantuan kemanusiaan dan terus melakukan upaya evakuasi warga yang terdampak. Bahkan sejumlah alat berat di turunkan untuk membuka isolasi akses jalan di kawasan pedesaan yang tertimbun material longsoran.
Pj. Bupati Luwu, Muh. Saleh, melakukan langkah-langkah penanganan dengan menetapkan waktu tanggap darurat bencana selama 30 (tiga puluh) hari terhitung mulai 03 Mei s/d 1 Juni 2024.
“Banjir dan tanah longsor mengakibatkan rumah, fasilitas kesehatan dan pendidikan terendam, rusaknya jalan poros Desa serta jembatan, akibat kejadian tersebut membuat akses mobilisasi warga lumpuh. Akses perekonomian, dan aktifitas terhambat” Ungkap Muh. Saleh, dalam pernyataan tanggap darurat bencana.
Muh. Saleh juga menginstruksikan kepada seluruh aparat pemerintah daerah agar selalu siap siaga dan membantu penanganan bencana di lokasi atau daerah masing-masing. “Seluruh satuan kerja penanggulangan bencana daerah untuk mengarahkan seluruh personil, sarana dan prasarana pemerintah daerah untuk membantu penanganan bencana” Ungkap Saleh, saat memberikan keterangan Pers.
Untuk diketahui bencana Tanah Longsor terjadi di Kecamatan Latimojong, Kecamatan Suli Barat, Kecamatan Bupon. Dan Bencana Banjir terjadi di Kecamatan Suli, Kecamatan Suli Barat, Kecamatan Ponrang Selatan, Kecamatan Larompong, Kecamatan Bajo, Kecamatan Bajo Barat, Kecamatan Ponrang, Kecamatan Ponrang Selatan, Kecamatan Kamanre, Kecamatan Belopa, Kecamatan Belopa Utara, Kecamatan Larompong Selatan, Kecamatan Bupon.
Jika terjadi hal-hal yang membutuhkan informasi, dapat menghubungi Call Center BPBD Kabupaten Luwu di Nomor: 0812 4204 0888. (Achmad)


















