Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
uncategoryze

Bisnis ‘Lendir’ Kian Menjamur, Gadis Cantik Ini Sampe Rela Banting Harga di MiChat

13
×

Bisnis ‘Lendir’ Kian Menjamur, Gadis Cantik Ini Sampe Rela Banting Harga di MiChat

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TNO, BELOPA LUWU – Masalah Prostitusi di kota Belopa dan Palopo, tiada habisnya. Bahkan, Bisnis Lendir atau lebih dikenal Prostitusi ini semakin menjamur melalui ‘Aplikasi Hijau’ yang merujuk pada aplikasi MiChat. Orang-orang dengan mudah melakukan transaksi kenikmatan hanya dengan bermodal ponsel dan internet, dimana saja dan kapan saja. Luwu, Sabtu 14 September 2024

Berbekal informasi, saya pun melakukan penelusuran. Meski gugup namun didorong rasa penasaran, akhirnya penelusuran tetap saya lanjutkan.

Example 300x600

Singkat cerita, ketika mendownload dan membuka ‘aplikasi hijau’ tersebut, saya disuguhkan begitu banyak pilihan teman kencan, saking banyaknya membuat saya bingung. Namun di tengah pencarian mata saya tertuju pada satu account dengan nama samaran ‘Sisi’ yang menunjukan foto perempuan yang berparas cantik dan tentu menarik, Jumat, 13 September 2024.

Akhirnya saya coba membuka percakapan (Chat) dengan kata BO atau stay? Setelah menunggu 10 menit, akhirnya Sisi membalas ‘stay’.

“Open sekarang yaa kaka. Pembayarannya COD (Cash On Delivery) yaa” tulisnya melalui account Michat miliknya. Hal tersebut merupakan ajakan kepada laki-laki yang telah berteman dengannya pada account Michat untuk layanan prostitusi online.

Saya kemudian langsung bertanya, berapa? Dengan sigap sisi menjawab Short Time (ST) Rp600 ribu dan Long Time (LT) Rp900 ribu. Setelah proses negosiasi, akhirnya sepakat harga kencan kilat itu dibanderol Rp450 ribu (ST). Ia pun segera mengirimkan alamat sebuah hotel tempat kencan berlangsung.

Akhirnya, sayapun memberanikan diri menuju alamat yang telah ditentukan tersebut. Setelah bertemu dan melihat langsung, dalam berbagai kesempatan sayapun mencoba menggali informasi pada Sisi yang parasnya memang cantik dan bertubuh bak seorang model, apa keunggulan bisnis lendir era digital dari yang konvensional?.

Sisi dengan polosnya menjawab, memanfaatkan teknologi dalam menjalankan bisnisnya membuat ia lebih aman dan mudah mencari pasar. “Selain itu, tentu tak kena potongan mucikari, sebab ini langsung terhubung dengan pelanggan tanpa melalui mucikari” Ujarnya.

Sisi mengakui saat ini masih berusia 20 tahun dan merupakan gadis asal Kota Daeng (Makassar) yang sudah cukup lama bekerja sebagai pekerja seks komersial. Dia mengatakan, awalnya ia frustasi setelah putus dengan kekasihnya yang merenggut kesucian dirinya dan sulitnya mendapatkan pekerjaan membuat dia terjun ke dunia hitam ini.

Sedikit, Sisi tak sungkan membeberkan latar belakang keluarganya. Sisi merupakan anak pertama dari suami pertama ibunya, dan Sisi satu-satunya anak dari suami pertama ibunya. Setelah ibunya bercerai dengan ayah kandungnya, ibunya bersuami lagi dan memiliki dua orang anak hingga ibunya meninggal karena sakit, kisahnya dengan mata yang berkaca-kaca, sambil mengusap air matanya, Sisi sesekali tersengal dan menaham kesedihannya.

“Maaf yaa kak kadang aku curhat dengan tamuku dan aku melampiaskan tangisku dengan orang yang tidak aku kenal” Ungkapnya dengan penuh penyesalan.

Dia sebelumnya indekos di Kota Palopo, kos tersebut cukup bebas dan hampir semua penghuni adalah wanita pramunikmat.

Sisi memiliki paras yang cukup cantik. Badannya padat berisi dan langsing. Wajah yang ayu membuat banyak pria tertarik dengannya. Awalnya dia menjalankan bisnis esek-esek di kos miliknya. Namun uniknya, dia tidak ingin terlihat sering banyak menerima tamu pria pada teman-teman kosnya. Itulah yang membuat dia pindah operasi di sebuah hotel atau penginapan. Saking banyaknya pelanggan dari daerah Belopa hingga akhirnya Sisi bisa membooking kamar di beberapa hotel atau penginapan di Kota Belopa.

“Sudah berhenti buka (kerja) di kos. Enggak enak saya ajak banyak tamu. Teman lain pada sepi pelanggannya. Nanti saling iri” Ujarnya.

Kini Sisi memang cukup populer di karyawan-karyawan hotel dan penginapan di seputar kota Palopo dan Belopa. Sehingga saat memesan kamar, dia tidak risih meskipun datang bersama lelaki hidung belang.

“Sudah biasa. Mereka semua kenal saya, kenal teman-teman saya juga” Ujarnya.

Dia mengaku, bekerja sebagai pramunikmat dari pukul 06.00 sore sampai pukul 01.00 malam saja. Karena keesokan harinya ia harus bekerja lagi. Itu tergantung tamu yang memesan dia melalui aplikasi MiChat. Sisi kerja sampingan di siang hari di salah satu perusahaan Elektronik untuk wilayah Luwu dan Palopo.

Gadis yang humble ini mengatakan dia saat bekerja akan menyewa kamar hotel atau penginapan sesuai waktu yang dibutuhkan untuk melayani pesanan. Selama di hotel, dia bisa menerima tamu 2 hingga 4 orang. Itu cukup menguntungkan dengan tarif Rp500 ribu per tamu.

“Sewa hotel Rp150-Rp200 ribu. Kalau dapat 4 tamu sudah Rp2 juta. Lumayan lah kak” Katanya.

Sisi juga mengeluhkan dan menyesalkan maraknya ABG pramunikmat banting harga di aplikasi MiChat.

“Sekarang udah menjamur kak, adek-adek yang masih ABG banting harga di MiChat, mereka pasang harga di kisaran Rp200 ribu hingga Rp250 ribu” Ungkap Sisi.

Sisi hanya satu dari banyaknya wanita pramunikmat di Palopo-Belopa yang beroperasi melalui aplikasi MiChat. Banyak pekerja seks yang beroperasi dengan beragam cara, mulai dari praktik Spa Plus-plus di Salon, pijat di indikos dan di hotel, dan layanan kencan lainnya.

Lain halnya dengan pengakuan salah seorang gadis kelahiran Palopo yang satu ini, juga tak kalah cantiknya. Parasnya yang imut dan manis yang terbilang masih ABG justru menawarkan tarif kepada pelanggannya hanya Rp400rb per jam. Palopo, Sabtu (14/9).

Sebut saja Anggi (17) juga merupakan salah satu bagian pramunikmat Michat di kota Palopo. Senada dengan Sisi, Michat merupakan sebuah pelarian kegalauan kisi-kisi hidup cintanya yang tak kesampaian dan keluarga yang tidak akur pula membuat ia memilih dunia hitam prostitusi.

Seribu satu macam beban yang berkecamuk dibenaknya, ia frustasi dengan hubungan asmaranya yang juga merenggut kesuciannya dan ditinggalkan begitu saja. Ditambah kebutuhannya sebagai anak gadis yang hidup di tengah kota yang sedang berkembang justru membuatnya gelap mata.

Sedikit berbeda dengan Sisi, Anggi yang justru di saat kondisi sedang sepi, Anggi menyewa hotel patungan dengan teman PSK lainnya. Mereka patungan Rp100 ribu per orang dan akan gantian menerima tamu.

“Tapi kalau seperti itu rugi juga kak. Kadang saya dapat tamu, dia enggak dapat nanti kita bagi dua duitnya. Mending sewa (kamar) sendiri aja” Ujarnya.

Anggi terkadang Stay Home agar tak dicurigai oleh ayahnya. Anggi keluar rumah ketika ada orderan, dengan mengarahkan tamunya di hotel tertentu (short time-red) di Kota Palopo.

“Sewa kamarnya hanya Rp50 ribuan aja kak. Kan short time doang” Cetus Anggi yang tak ingin lagi melanjutkan percakapannya. (Penulis Achmad)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *