Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
BeritaDaerahLuwu UtaraNasional

Aksi Nyata Brimob Sulsel, Bangun Jembatan Penghubung Empat Desa di Lutra

118
×

Aksi Nyata Brimob Sulsel, Bangun Jembatan Penghubung Empat Desa di Lutra

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

TNO, MASAMBA LUTRA – Program Pembangunan dan Revitalisasi Jembatan oleh Brimob merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto pada akhir 2025 untuk menjamin keamanan dan konektivitas, khususnya bagi anak sekolah di pelosok Negeri. Polri, melalui Satbrimob Polda di berbagai wilayah Kaltim, Riau dan Sulsel, bergerak cepat membangun jembatan darurat/gantung. Masamba Lutra, Sabtu (14/2/2026).

Seperti halnya pembangunan Jembatan gantung semi permanen yang sementara dilaksanakan oleh Kompol Laode Rusli (Komandan Batalyon-Danyon) D Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, di Kabupaten Luwu Utara (Lutra).

Example 300x600

Dimana jembatan ini menghubungkan empat (4) Desa. Yakni, desa Laba, desa Pongbakka, desa Rompu, dan desa Lapapa, kecamatan Masamba.

Kompol Laode Rusli, yang ditemui di lokasi pembangunan jembatan gantung mengatakan, bahwa program ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto. Poin-poin penting program ini atas target dan arahan Presiden Prabowo ini menekankan pentingnya memperbaiki akses, dengan wacana pembangunan 300.000 jembatan di wilayah terpencil untuk keselamatan siswa.

“Dan ini merupakan aksi nyata Brimob. Satbrimob di berbagai Daerah, khususnya yang kami laksanakan disini. Tepatnya, di perbatasan desa Laba dengan desa Pombakka. Dusun Salu Sule, desa Laba – Dusun Pakkali desa Pombakka Kec. Masamba Kabupaten Luwu Utara. Kami melakukan pembangunan jembatan gantung ini, dimana jembatan gantung sebelumnya telah rusak parah akibat dampak bencana alam yang melanda wilayah Masamba pada tahun 2020 silam,” kata komandan Laode begitu sapaan akrabnya.

Lebih jauh Komandan Laode membeberkan, “Kolaborasi, Pengerjaan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat, teknik sipil, dan TNI untuk memastikan kecepatan dan kualitas. Dan tentunya kami didampingi oleh tenaga ahli atau konsultan dari Dinas PUTR kabupaten Luwu Utara,” urainya.

Pembangunan difokuskan pada akses yang terputus atau rusak, terutama yang menghubungkan sekolah dan desa-desa terpencil, untuk mendukung mobilitas dan perekonomian masyarakat setempat. Jembatan tersebut merupakan akses utama dan akses alternatif tercepat dari Desa Laba ke Desa Pongbakka, Desa Rompu, dan Desa Lapapa, yang dilalui oleh anak sekolah dan aktivitas masyarakat sekitar.

“Ini bukan merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan ke empat desa. Ada akses lain namun jarak tempuhnya untuk masyarakat Desa Laba, Desa Pongbakka, Desa Rompu, dan warga Desa Lapapa, sangat jauh, itu puluhan kilometer dan bisa ditempuh berjam-jam. Khususnya bagi anak sekolah sangat memprihatikan kalau jembatan ini tidak segera dibangun,” ungkap Laode.

Komandan Laode, juga memaparkan volume dan estimasi capaian pekerjaan pada pembangunan jembatan gantung yang panjangnya 60 meter dengan lebar 1,5 meter yang menelan anggaran Rp100 juta lebih, sumber anggaran dari APBD dan tahap pengerjaannya sudah mencapai 60 persen yang diperkirakan selesai dalam bulan ini (Februari 2026).

Di lain pihak Oser, merupakan Kepala Desa Laba, sangat mengapresiasi aksi nyata Satbrimob D Pelopor Satbrimob Polda Sulsel, Lutra.

“Harapan masyarakat Desa Laba, Desa Pongbakka, Desa Rompu, dan Desa Lapapa, Kecamatan Masamba, untuk memiliki jembatan yang layak akhirnya segera terwujud. Melalui kolaborasi Brimob dengan pemerintah daerah khususnya Dinas PUTR Lutra, pembangunan jembatan gantung di daerah ini telah terwujud,” sambung Oser.

“Jembatan gantung ini merupakan akses utama ke empat desa, dan ini merupakan akses masyarakat tani untuk mengangkut kebutuhan pertanian maupun hasil pertaniannya. Dan yang paling penting untuk kami sampaikan bahwa ini merupakan akses anak sekolah. Saya mewakili seluruh masyarakat menyampaikan suport dan terima kasih yang tak terhingga kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, khususnya kepada Kompol Laode Rusli selaku Komandan Batalyon-Danyon D Pelopor Satbrimob Masamba bersama jajarannya,” kunci Oser.

Program ini berlanjut hingga 2026, dengan Satbrimob aktif di berbagai wilayah Nusantara. (Ach)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *