TNO, PALOPO – Rifky. A, salah seorang Mahasiswa jurusan Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis di Universitas Muhammadiyah Palopo mengaku kesal dengan kondisi kampusnya akhir-akhir ini.
Rifky dan beberapa mahasiswa lainnya, menganggap pihak Kampus Universitas Muhammadiyah Palopo atau UM Palopo saat ini semakin merosot dalam Sistem Administrasi. Dimana baru-baru ini pihak kampus mengeluarkan aturan baru yang harus diikuti oleh para mahasiswa, sementara para mahasiswa sendiri sama sekali tidak mengetahui asal usul peraturan tersebut.
“Dimana-mana dalam penerapan sebuah aturan, wajib ada sosialisasi sebelumnya. Aturan tersebut kita tidak tahu yang membuat siapa, makanya kita mau uji materi, jangan sampai yang membuat aturan ini sama sekali tidak paham mengenai alurnya, ini sangat miris” Ucap Rifky dengan nada lantang, “Saya berharap masalah ini segera ditindaklanjuti oleh Pimpinan UM Palopo, untuk meminimalisir korban” Pinta Rifky.
Selain itu. Rifky, juga menyampaikan kekesalannya kepada Oknum Dosen yang telah mengeluarkan ucapan makian kepada mahasiswanya dengan sebutan, “Anj*ng”. Ia menganggap bahwa apa yang telah dilontarkan oknum dosen tersebut menandakan bahwa SDM UM Palopo sangatlah buruk dari segi moral karena dapat dinilai dari perilaku para pembimbingnya yang seharusnya menjadi panutan bagi para mahasiswa sebagai anak didik. lanjut Rifky, sebagai tenaga pendidik ini sangat disayangkan dan melanggar kode etik.
“Mulai dari Dosen yang memaki mahasiswanya anj*ng, ini sangat menggambarkan kondisi di UM Palopo yang saat ini krisis moral. Oknum tenaga Pendidik mengatakan anj*ng kepada mahasiswanya!!!. Ini sungguh tidak bisa dibiarkan dan ini harus disampaikan kepada Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI). Agar Oknum Dosen tersebut ditindak sesuai peraturan yang berlaku. Dimana oknum dosen tersebut mendatangi mahasiswa setelah mendapat kritikan dan memperlihatkan sifat temperamennya dengan memarahi mahasiswa yang tidak jelas sembari menunjuk-nunjuk para mahasiswa” Ungkap Rifky.
Rifky, berharap agar permasalahan ini ditangani secepatnya dan diselesaikan oleh Pimpinan Tertinggi Muhammadiyah. Karena menurutnya, tak elok oknum Pimpinan Kampus UM Palopo yang tak lain adalah Wakil Rektor 3 (WR3) melakukan hal yang konyol menurutnya, “Kita tidak ingin hal-hal seperti ini membudaya, apalagi ini di dalam kampus. Oknum tersebut menyampaikan kepada mahasiswa, “tau apa kamu tentang kampus, apa mau kamu, apa maksudnya kamu angkat berita pasang spanduk seperti itu” Tiru Rifky mengisahkan kejadian itu pada Jum’at (17/11) jam 10.26, pagi.
Lanjut, Mahasiswa Ekonomi Pembangunan ini juga mengkritisi kinerja BEM UM Palopo, ia meminta kepada pihak Kampus untuk mencopot jajaran kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UM Palopo, karena menurutnya dianggap tidak pernah menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik.
“Keberadaan BEM ini tidak memenuhi syarat, mulai dari aturan AD/ARTnya tidak ada, bahkan Surat Keputusan (SK) yang digunakan itu tidak jelas dikeluarkan dari mana” Jelasnya.
Rifky, juga menambahkan bahwa Pimpinan Kampus Rektor UM Palopo merapatkan persoalan keberadaan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) yang dianggap tidak jelas dalam menjalankan tugasnya selama menjabat. Ini merupakan tuntutannya, ia juga mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa di UM Palopo dalam waktu dekat sekaitan dengan sejumlah tuntutan. Wartawan media ini belum terhubung dengan pihak Kampus UM Palopo hingga berita ini tayang. (*)


















