TNO, MAKASSAR SULSEL — Kursi DPR RI Partai NasDem untuk dapil Sulsel III (tiga) menjadi perhatian publik pasca ditinggal Rusdi Masse Mappasessu yang hengkang ke PSI.
Di dapil ini, NasDem mengunci dua kursi. Satu kursi lainnya diraih Eva Stevany Rataba.
Sementara Putri Dakka sebagai peraih suara terbanyak ketiga partai NasDem di dapil tersebut pada Pileg 14 Februari 2024 lalu punya kans untuk menggantikan RMS di Senayan.
Hanya saja Putri disebut telah bergabung ke PDI Perjuangan saat maju pada pilwalkot Palopo tahun 2024 silam, beberapa bulan pasca pileg di tahun yang sama. PD begitu sapaan akrabnya lebih memilih bergabung PDIP demi maju Pilwalkot dan melawan usungan Partai NasDem kala itu.
Bendahara DPD PDI Perjuangan Sulsel, Risfayanti Muin membenarkan bahwa hingga saat ini Putri Dakka terdaftar sebagai kader PDI Perjuangan berdasarkan Kartu Tanda Anggota (KTA) yang dimiliki.
KTA tersebut diterbitkan DPP PDI Perjuangan pada tanggal 11 Juni 2024 dan di teken langsung oleh Megawati Soekarno Putri lengkap dengan barcode. KTA tersebut terbit sebelum Putri menerima rekomendasi PDI untuk bertarung di Pilkada Palopo tanggal 26 Juni 2024.
Selain itu, dalam aplikasi Jarek milik internal PDIP atau sistem informasi manajemen keanggotaan partai di mana semua nama kader ada dalam aplikasi tersebut, nama Putri masih terbaca sebagai kader. Lengkap dengan formulir kesediaan sebagai kader yang ditulis tangan oleh Putri Dakka.
“Sampai sekarang namanya masih ada dalam aplikasi jarek. Ini masih ada formulir yang ditulis tangan sesuai identitasnya,” kata Risfa Senin (26/1/2026) sambil memperlihatkan KTA PDI Perjuangan milik Putri Dakka.
Risfa, mengaku pihaknya mengetahui Putri Dakka ber-KTA PDI Perjuangan saat Pilkada lalu. Dia terdaftar di DPP.
“Kami di Daerah baru tahu ketika dikirimi rekomendasi PDIP untuk Putri maju Pilkada, termasuk disitu ada juga KTA-nya,” jelas Risfa.
LAWAN USUNGAN NASDEM DI PILKADA PALOPO
Setelah gagal ke senayan pada pileg 14 Februari 2024, Putri Dakka melanjutkan hasrat politiknya dengan maju pilkada Palopo yang digelar 27 November 2024. Ia berharap diusung NAsDem.
Namun Partai NasDem memberikan rekomendasi kepada pasangan FKJ-Nur. Putri memilih PDIP dan PAN untuk maju melawan usungan NasDem dan Partai lainnya.
PUTRI MEMBANTAH
Terpisah, di berbagai media Putriana Hamda Dakka mengaku tidak pernah mundur atau dipecat sebagai kader NasDem. Ia ngotot masih berseragam NasDem pasca RMS mundur dari NasDem.
“Saya tidak pernah mundur dari partai Nasdem, tidak pernah menandatangani surat pengunduran diri, satu. Saya juga tidak pernah terima surat pemecatan. Kemudian ketiga, saya tidak pernah pindah Partai,” tegas Putri Dakka dikutip dari detikSulsel.
Putri Dakka mengaku tidak pindah Partai meski sempat mendapat rekomendasi atau B1 KWK dari DIP dan PAN agar bisa bertarung di Pilkada Palopo 2024 lalu. Dia maju menjadi calon wali kota Palopo dari Partai lain setelah tidak diusulkan NasDem.
“Saya hanya diberikan B1 KWK untuk maju berlayar sebagai calon wali kota pada saat itu. Jadi, tidak pernah (mundur dan dipecat dari NasDem),” jelasnya.
JEJAK DIGITAL
Bergabungnya Putri Dakka ke PDIP memang sudah ramai diberitakan tahun 2024 lalu. Putri Dakka menerima surat tugas dari DPP PDIP untuk maju sebagai bakal calon wali kota (cawalkot) Palopo. Usut punya usut, Putri Dakka juga ternyata sudah menjadi kader PDIP setelah ditolak NasDem untuk bertarung di Pilwalkot Palopo 2024.
“Iyalah, Putri Dakka sudah gabung PDIP. Itu sudah jelas ada suratnya,” ujar Wakil Ketua DPD PDIP Sulsel Esra Lamban Jumat (28/6/2024).
Korwil PDIP Luwu Raya Esra Lamban tidak merinci kapan Putri Dakka bergabung. Dia mengklaim Putri Dakka sudah menjalin koordinasi usai Pileg 2024 lalu.
“Sebenarnya setelah pileg itu dia sudah melakukan komunikasi politik dengan kita dan sudah menyatakan siap bergabung dengan PDIP,” tuturnya.
Kabar bergabungnya Putri Dakka juga diperkuat dengan penyerahan surat tugas untuk maju di Pilwalkot Palopo. Surat tugas itu diserahkan Ketua DPD PDIP Sulsel Ridwan Andi Wittiri di Jakarta, Selasa (25/6/2024).
“Setelah bergabung kami berikan Putri Dakka surat tugas. Hanya dia satu-satunya yang kami berikan surat tugas,” tambah Esra.
Esra menuturkan PDIP memang terbuka bagi siapa saja. Partainya pun menyambut baik sikap dari Putri Dakka.
“Setiap figur yang tergabung pasti kita buka ruang, semoga kehadiran Putri Dakka menjadikan merah selamanya, bukan hanya dalam kepentingan Pilkada ini,” tuturnya. (*)


















